PEMBENTUKAN RESEPSI MELALUI TINDAKAN PARTISIPATORIS MITIGASI BENCANA SOSIAL PADA KOMUNITAS ANAK DI KOTA PONTIANAK

Authors

  • Dwi Kartini Apriza Universitas Tanjungpura
  • Wirda Amalia Sholihah Universitas Tanjungpura

DOI:

https://doi.org/10.29303/k3zn0370

Keywords:

Bencana Sosial, Kesehatan Mental, Komunikasi Digital, Komunikasi Partisipatoris, Komunitas Anak

Abstract

Anak-anak sering diposisikan sebagai aktor pasif dalam komunikasi kebencanaan tanpa ruang untuk berpartisipasi secara aktif. Secara empiris, mereka memiliki potensi untuk menjadi agen penting dalam mitigasi bencana, baik dalam mengidentifikasi risiko maupun menyebarkan pesan kebencanaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pola komunikasi kebencanaan komunitas anak di Kota Pontianak, serta menggali dampak bencana terhadap kesehatan mental anak dan implikasinya pada perilaku komunikasi digital mereka. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Participatory Action Research (PAR) dan wawancara mendalam, menempatkan anak sebagai subjek aktif dengan mengacu pada teori komunikasi partisipatoris Tufte (2009). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi kebencanaan anak di Kota Pontianak masih berada pada tingkat semi-monologis, di mana informasi disampaikan secara top-down oleh aktor dewasa. Melalui proses PAR, anak-anak memperlihatkan kapasitas komunikasi dialogis penuh dengan kemampuan mengidentifikasi bahaya, menafsirkan dampak sosial-emosional, serta merumuskan rekomendasi mitigasi. Dari sisi resepsi, anak-anak tidak hanya menerima pesan secara pasif, tetapi juga menegosiasikan makna pesan kebencanaan melalui pengalaman pribadi dan media sosial. Bencana sosial seperti demonstrasi dan tawuran berdampak pada kesehatan mental anak, menimbulkan kecemasan dan trauma tidak langsung, sementara keterlibatan partisipatif membantu mereka menyalurkan tekanan emosional menjadi perilaku komunikasi digital yang reflektif dan edukatif.

Downloads

Published

2025-12-30