KOMPARASI ANALISIS SEMIOTIKA AUDIOVISUAL DALAM IKLAN PEPSODENT DAN CLOSEUP EDISI RAMADAN 1445 H
DOI:
https://doi.org/10.29303/wqhh9v78Keywords:
Close Up; iklan Ramadan; Pepsodent; semiotika; Roland BarthesAbstract
Penelitian ini membahas bagaimana dua merek pasta gigi, Pepsodent dan Close Up, merepresentasikan nilai-nilai Ramadan melalui iklan edisi Ramadan 1445 H dengan pendekatan semiotika Roland Barthes. Masalah utama yang dikaji adalah bagaimana makna denotatif, konotatif, dan mitos dikonstruksi serta dibandingkan dalam kedua iklan. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan analisis semiotika terhadap tiga adegan utama dalam masing-masing iklan. Hasil analisis menunjukkan bahwa Pepsodent lebih menekankan pada nilai religiusitas dan kekeluargaan dalam konteks budaya lokal Indonesia, sedangkan Close Up berfokus pada kedekatan emosional, kepercayaan diri, dan romantisme yang sopan. Perbedaan strategi penandaan visual dan naratif ini menggambarkan segmentasi audiens yang berbeda serta memperlihatkan bagaimana brand membingkai Ramadan sebagai ruang spiritual sekaligus sosial. Kesimpulannya, kedua iklan membentuk konstruksi makna yang kompleks dan strategis, dengan memanfaatkan simbol-simbol Ramadan untuk membangun identitas merek dan koneksi emosional dengan audiens. Temuan ini menunjukkan pentingnya pendekatan semiotika dalam memahami dinamika komunikasi visual dalam konteks budaya dan iklan.
